Pertemuan 31/5 Aksi Sosial Citarum

Di temaram malam, lesehan sambil ngopi, pertemuan Masyarakat Terdampak dijanjikan hadir sekitar 15 orang.  Namun, yang kemudian hadir hanya bertujuh saja.  Alasan utamanya, karena lembur pekerjaan kantor.  Memang sebagian dari penggiat juga harus bekerja, entah siang ataupun malam.  Ada juga yang kepentingan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.


Dari hasil pertemuan dan diskusi disepakati, atau diarahkan untuk mencapai hasil adalah :

  • Banjir besar yang menenggelamkan puluhan ribu rumah di Bandung Selatan, tidaklah dapat diatasi dengan gerakan masyarakat.  Itu tidak terlalu sulit dan berbiaya besar.  Begitu juga banjir sedang, yang cukup sering berdampak merugikan.  Namun banjir kecil dan banjir yang menenggelamkan berlama-lama seharusnya dapat kita atasi.  Banjir yang berbulan-bulan adalah yang menjadi target masyarakat terdampak untuk diatasi.
  • Masyarakat secara umum, khususnya rekan-rekan penggiat tidak memiliki antusias terhadap upaya ini.  Mereka secara umum sudah tidak semangat dan ini hanya sekedar omdo (omong doang) dan tidak akan direalisasikan.  Seperti terbukti yang sudah-sudah selama puluhan tahun.  Dengan kata lain, masyarakat sebenarnya sudah sangat apatis.
  • Gerakan aksi harus bisa memberikan contoh yang kongkrit untuk diatasi.  Kalau tidak ada bukti, maka gerakan ini akan segera mati suri.

Disepakati untuk :

  1. Melakukan survey di Kampung Ciputat sampai Kampung Jembatan (RW 13) dan jika mungkin lanjutkan ke RW 10 Ciputat.  Tetapkan minimal 1 lokasi sumber bencana banjir/genangan untuk diatasi.  Di sepakati bersama Pak Hadi (Kampung Ciputat) dan Pak Dede (RW 13) untuk disurvey dan dianalisis dampak banjir dan cara mengatasinya.  Merg IA ITB (Divisi dari Ikatan Alumni ITB) akan mendukung untuk memfasilitasi kegiatan ini. Ini sebagai proyek percontohan kepada masyarakat, bahwa anggota masyarakat bisa berbuat untuk memulai mengatasi masalah yang dihadapi.
  2. Pak Bambang S (Kp. Ciputat) sebagai komunikan informasi dengan warga.  Pak RW akan menyampaikan kepada  Pak lurah tentang rencana ini.  Diharapkan ada dukungan nyata untuk melaksanakan kegiatan ini.
  3. Pak Asep asmul Mulyana, sebagai pemakrasa akan terus mengkomunikasikan dan mencari dana untuk terlaksananya kegiatan.  Kegiatan ril diharapkan berjalan mulai Agustus 2016.  (mungkin ada hambatan karena perayaan 17 Agustus).
  4. Setelah lokasi percontohan dibuat, maka akan dihitung biayanya.  Lalu dikomunikasikan dengan spanduk, berapa anggaran yang diperlukan, penanggungjawab, tempat menyimpan sumbangan material, dan sekretariat kerja di lingkungan terdekat.
  5. Berkenaan dengan penggalangan dana, akan disediakan beberapa kencleng di lokasi yang dinilai strategis (misal di mini market atau toko tradisional).  Selain mengumpulkan dana, juga ini berperan sebagai media komunikasi.
  6. Akan dibuat spanduk untuk dipasang di lokasi target dan Jalan Andir Ketapang.  Untuk tiang akan disediakan oleh warga, sederhana saja dari bambu.  Sedangkan biaya spanduk dan kencleng akan dibuat oleh Pak Asep Mulyana dan Pak adji.

Class Action.

Class Action masih dalam taraf konsultasi hukum dan pengumpulan data.  Konsultasi dengan lembaga hukum tentang kemungkinan dan waktu pelaksanaannya.  Pak Asep Mulyana meminta kami untuk menyampaikan ke warga bahwa tujuan dari tuntutan ini agar Pemerintah lebih memperhatikan kepentingan warga terdampak banjir dan tidak melakukan pembiaran.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s