Banjir Bandung Selatan 2016 dan Respon Bencana

Setiap mendengar banjir di Dayeuhkolot, Andir, Bojongasih yang terjdi berkali-kali, dan terlebih pada puncak banjir.  Saya bergegas pergi Sindangsari, Munjul.  Dekat jembatan untuk motor dan pejalan kaki.  Melihat berapa tinggi muka air banjir di sana.  Yang tertinggi yang bisa saya lihat sekitar 20 cm di bawah bibir sungai.  Begitu juga tahun 2015 tidak lebih tinggi.  Sindangsari, adalah daerah genangan yang di masa sebelumnya, sebelum ada sodetan Citarum selalu tergenang.  Bahkan tahun 1986 genangan sampai ke tepi jalan Siliwangi, Munjul.  Sejak sodetan Citarum diselesaikan, alhamdulillah bencana banjir di Sindangsari surut dan tak pernah banjir lagi.

20110504023026banjircitarum040511-5

Beberapa tahun yang lalu, Zon Zipur Dayeuh kolot tidak pernah terendam banjir.  Tahun ini kena banjir.  Dengan kata lain, banjir meluas.  Tapi Sindangsari aman.  Kalau begitu, mengapa banjir meluas di daerah Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot?.  Jawabannya, karena sedimentasi yang lebih tinggi dari rata-rata biasa, terutama di Parunghalang, sekitar 1 km dari Jembatan Citarum Dayeuhkolot.

Cepat Tergenang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang air bergerak pelan naik.  Cukup waktu buat pemukim terdampak untuk berbenah dan bersiap.  Tahun ini, air tumpah dengan cepat.   Tak sempat lagi sebagian penduduk menyelematkan harta benda.  Jiwa lebih penting untuk diselamatkan.  Pada puncak banjir, ribuan rumah tenggelam dengan cepat.  Sebagian penduduk naik ke atap rumah, kemudian menunggu bantuan datang. Ada yang sehari-dua hari harus menanti bantuan datang dan hidup di atas genteng.

Seperti biasa pula, bantuan datang di tepi banjir.  Yang jauh berada di dalam, tak mudah mendapatkan bantuan.  Cenderung terabaikan.  Bisa dimaklumi.  Semua komponen masyarakat terlibat dalam kebencanaan, bahu membahu.

Dua – tiga bulan setelah banjir besar yang di Sindangsari titik tingginya relatif sama.  Jadi meskipun banjir disebut banjir 10 tahunan.  Fakta pengamatan di titik Sindangsari, ini tidak lebih dari banjir biasa saja.

Respon Bencana.

Kalau banjir besar terjadi di Majalaya, Kecamatan Ibun dan beberapa lagi terkena banjir dan limpas, maka bisa dipastikan 2 jam kemudian banjir besar akan melanda Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.  Dua jam adalah waktu yang cukup untuk warga bersiap-siap menghadapi banjir.

Sampai kini, respon warga dan penggiat belum memperhatikan bakal kejadian yang akan melanda.  Karenanya, banyak warga yang terkaget-kaget, panik ketika banjir melanda.

Saya belum menghitung berapa kejadian karena :

Banjir sangat besar (puncak banjir).  Tahun ini hanya satu kali.  Banjir ini bukan hanya ketika Majalaya banjir, tapi Rancaekek, Bandung, dan Ciwidey pun mengirimkan airnya ke Citarum.

Banjir besar.  Biasanya ini kalau hanya Majalaya yang banjir.  CIwidey banjirpun, dan Kamasan Banjaran tergenang, maka di Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot akan tergenang pula, namun tidak sebesar ketika semua menumpahkan airnya di Citarum.

Banjir kecil. Banjir ini lebih karena hujan lokal dengan intensitas tinggi.  Ini menjadi penyebab banjir begitu sering hadir di Baleendah.  Kelurahan/Desa Ciputat, Bojongasih, Cieunteung adalah pelanggan rutinnya.

Kami masih  melakukan wawancara informal dengan penduduk untuk mengidentifikasi lebih kuat banjir dan sumber-sumbernya.  Pengetahuan tentang hal ini, mudah-mudahan memberikan gambaran dan solusi untuk mengurangi beban banjir di masyarakat.

Misalnya Kampung Ciputat dan Kampung Jembatan. Jika di Baleendah hujan deras, maka air akan terbuang ke kali Cisangkuy dan Citarum melalui tiga saluran.  Namun, kata Pak RW 13 hanya satu saluran yang berfungsi, yaitu yang melalui kampungnya (Kampung Ciputat) yang saluran sungainya dekat SPBU Dayeuhkolot.  Pernah oleh warga Ciputat, karena selalu menggenangi kampungnya, saluran itu ditutup.    Dan ini menyebabkan desa Mulyasari yang ada disebrangnya tergenang.  Air tidak mengalir ke daerah yang lebih rendah untuk diteruskan ke Cisangkuy.  Hampir terjadi konflik horisontal.  Ini terjadi Tahun 2014.  Ini adalah indikator bahwa konflik internal banjir juga bisa terjadi.

Respon Bencana yang Akan Datang.

Dengan pemahaman akan resiko banjir yang akan datang, maka masyarakat di wilayah terdampak seharusnya mendapatkan peringatan dini secara menyeluruh akan terjadinya banjir.  Alangkah naasnya jika dagangan di pertokoan dan kaki lima Dayeuhkolot tenggelam sebagaian karena banjir.  Investasi dagangan hancur….

Perlu Relawan

Kalau ada warga di wilayah terdampak membaca postingan ini dan bersedia menjadi bagian dari relawan banjir, mohon tulis pada kolom komentar, nama, alamat, nomor hp, pekerjaan.  Mari kita bantu warga untuk bersiap menghadapi banjir di tahun-tahun yang akan datang…..

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s